Share with Love

Tantangan Level 3 Melatih Kecerdasan #hari5

Bismillah,

Alhamdulillahirobbil’alamin atas rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu wata’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhiwasallam beserta keluarga dan para pengikutnya.

Para Bunda yang senantiasa berjuang demi keluarga, harus dikatakan bahwa hari ini, saya Alhamdulillah diberi nikmat oleh Sang Pencipta untuk merasakan seutuhnya menjadi ibu hamil muda yang merasakan pusing yang hebat, mual dan juga muntah. Hal tersebut membuat most of my time, rebahan di tempat tidur. Qodarullah juga om nya masih di rumah. Alhhamdulillah, anak K jadi ada yang menemani bermain. Jadi saya tinggal bersebelahan persis dengan mertua. Literaly masih rumah mertua, hanya kita punya pintu ruang tamu sendiri, kamar sendiri dan dapur serta kamar mandi sendiri. Hanya posisi nya benar-benar nempel dan masih satu halaman. Anak K yang melihat bundanya banyak tiduran lemah, tampak tetap ceria tertawa bermain dan bercanda, karena ada om nya yang setia menemani nya.

Dan hari ini, pertemuan kami, sungguh sangat minim, mungkin tidak ada 30 menit. Hampir semua waktu anak K dia habiskan di rumah mbah nya, di sebelah. Ada sedih yang dirasa bunda, tapi kembali lag, saya yakin Allah sedang berkehendak demikian. Mungkin saya tidak sedang diminta berinteraksi langsung melatih dan menjalankan program Belajar Tauhid. Namun Allah ingin saya punya waktu pribadi lebih banyak untuk kembali bermuhasabah, dan berquality time dengan Allah Subhanahu wata’ala.

Baik, di sela-sela rasa mual dan pusing yang menderu-deru, selalu saya ingat Allah… Saya yakin Allah ingin saya belajar kembali mengenal dan meyakini ketentuan Allah. Bahwa tidak semua yang tidak enak itu tidak baik untuk diri ini. Betapa Allah Maha Mencipta, Memberi Rezeki dan Mengatur Alam semesta ini dengan ketentuan yang terbaik. Terkadang rasa sedih datang, ketika nikmat sakit ini hinggap, namun di saat yang bersama saya selalu menanamkan diri untuk terus bersyukur atas kondisi ini. Betapa saya teringat bapak dan ibu saya yang juga pernah sakit berbulan-bulan. Maka saya juga harus kuat. Betapa saya merasakan Allah itu sayang kepada kami. Semua yang dirasakan ini adalah cara Allah untuk merangkul kami. Supaya kami terus mengingat Allah Subhanahu wata’ala.

Lebih dari satu pekan sudah saya mengalami gejala-gejala ini, betapa membuat saya menyadari bahwa Allah memilih saya merasakan seutuhnya perasaan seorang ibu hamil. Di luar sana banyak ibu hamil yang segar bugar, tidak mabuk, mual muntah dan sebagainya, betapa senangnya. Namun saya juga bersyukur dengan kondisi ini. Karena saya yakin, Allah menentukan kondisi, sudah sesuai dengan kadar dan pasti itu yang terbaik. Aamiin.

Teringat lagi pada firman Allah pada Surat Luqman ayat 14

وَ وَصَّیۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَہۡنًا عَلٰی وَہۡنٍ وَّ فِصٰلُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡکَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. https://risalahmuslim.id/quran/luqman

Semoga hari esok lebih baik, semua dapat belajar dari segala yang dihadapi. Barakallahu fiikum

Share With Love

Khoirun Nisaa